INILAH.COM, Teheran - Persiapan timnas Indonesia di Teheran, Iran, mengalami kendala teknis dan nonteknis. Selain suhu udara, para pemain juga sempat mendapatkan lapangan yang buruk untuk latihan.
Timnas tiba di Iran tanggal 27 Agustus lalu, setelah sempat menjalani laga uji coba melawan timnas Yordania. Iran saat ini tengah memasuki musim dingin dengan suhu udara sekitar 15-16 derajat celcius.
“Saat siang suhunya berkisar 20 derajat celcius dan lebih rendah pada malam hari. Karena itu setiap berlatih, para pemain menggunakan sarung tangan, untuk berjaga-jaga jika suhu udara mencapai kurang dari 10 derajat celcius,” terang media officer timnas Indonesia, Dessy Christina.
Laga Grup E Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia antara Iran melawan Indonesia akan digelar hari Jumat (2/9/11) pukul delapan malam. Sehari sebelumnya, timnas akan menjalani latihan resmi pada jam yang sama.
Dijelaskan Dessy, Firman Utina dkk berlatih di Kompleks Olahraga Azadi di Teheran setiap pukul empat hingga enam sore waktu setempat. Sayangnya, pelatih Wim Rijsbergen harus melakukan protes keras lebih dulu untuk mendapatkan lapangan yang layak.
“Kemarin sempat ada insiden dimana kita mendapatkan lapangan yang buruk, tanpa garis lapangan dan banyak kerikil. Coach wim sangat marah dan meminta tempat latihan timnas mereka di sebelah, tapi ditolak dengan alasan tidak boleh dimasuki tim lain, sementara lapangan lain disewa,” lanjut Dessy.
“Sempat beradu argumen dengan manajemen dan pelatih timnas Iran, namun tetap tidak diberikan. Akhirnya rombongan timnas masuk ke lapangan yang digunakan tim Iran sebelum akhirnya mendapatkan lapangan yang lebih baik,” tandasnya.
Timnas tiba di Iran tanggal 27 Agustus lalu, setelah sempat menjalani laga uji coba melawan timnas Yordania. Iran saat ini tengah memasuki musim dingin dengan suhu udara sekitar 15-16 derajat celcius.
“Saat siang suhunya berkisar 20 derajat celcius dan lebih rendah pada malam hari. Karena itu setiap berlatih, para pemain menggunakan sarung tangan, untuk berjaga-jaga jika suhu udara mencapai kurang dari 10 derajat celcius,” terang media officer timnas Indonesia, Dessy Christina.
Laga Grup E Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia antara Iran melawan Indonesia akan digelar hari Jumat (2/9/11) pukul delapan malam. Sehari sebelumnya, timnas akan menjalani latihan resmi pada jam yang sama.
Dijelaskan Dessy, Firman Utina dkk berlatih di Kompleks Olahraga Azadi di Teheran setiap pukul empat hingga enam sore waktu setempat. Sayangnya, pelatih Wim Rijsbergen harus melakukan protes keras lebih dulu untuk mendapatkan lapangan yang layak.
“Kemarin sempat ada insiden dimana kita mendapatkan lapangan yang buruk, tanpa garis lapangan dan banyak kerikil. Coach wim sangat marah dan meminta tempat latihan timnas mereka di sebelah, tapi ditolak dengan alasan tidak boleh dimasuki tim lain, sementara lapangan lain disewa,” lanjut Dessy.
“Sempat beradu argumen dengan manajemen dan pelatih timnas Iran, namun tetap tidak diberikan. Akhirnya rombongan timnas masuk ke lapangan yang digunakan tim Iran sebelum akhirnya mendapatkan lapangan yang lebih baik,” tandasnya.

0 komentar:
Posting Komentar