Di Jakarta, pelaksanaan shalat Idul Fitri terpusat di Masjid Istiqlal, dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono hadir di masjid terbesar di Asia Tenggara itu.
Pengamanan cukup ketat di masjid yang mampu menampung sekitar 200 ribu jamaah itu. Setiap orang harus melalui pemeriksaan dengan alat pemindai logam di pintu masuk yang dijaga oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).
Tak hanya di Masjid Istiqlal, ratusan ribu bahkan jutaan muslim dan muslimat di Jakarta juga melaksanakan Shalat Idul Fitri di masjid dan di lapangan.
Sulawesi Barat
Sementara itu, jemaah shalat Ied di Mesjid Raya Kabupaten Mamuju Provinsi Sulawesi Barat tumpah ke jalan-jalan akibat mesjid itu tidak mampu menampung jemaah umat muslim yang mencapai 20 ribu orang.
Jemaah shalat Ied di Mesjid Raya Suhada Mamuju, tumpah di sepanjang jalan Pettarani dan Jalan Abdul Wahab Azasi, dan sebagian tumpah dijalan Kumbang Lollo Mamuju yang terletak di belakang Mesjid Raya Suhada Mamuju, karena mesjid itu hanya mampu menampung jemaah hingga 10.000 orang.
Jemaah shalat Ied yang tumpah membentuk saf sendiri untuk melaksanakan shalat sendiri di sepanjang jalan yang mereka penuhi dengan beralaskan koran.
Di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah pelaksanaan shalat Idul Fitri 1432 Hijriah diwarnai hujan deras, sehingga sebagian warga memilih bertahan di masjid.
Hujan deras mulai mengguyur daerah tersebut saat khatib mulai membacakan khutbah di atas mimbar. Jamaah shalat Id yang melaksanakan shalat di beranda masjid terpaksa harus merangsek masuk ke dalam masjid karena sebagian beranda diguyur hujan.
Di Ambon, ribuan muslim dan muslimah memadati halaman Masjid Alfatah Ambon untuk melaksanakan shalat Idul Fitri 1432 Hijriyah/2011, Rabu pagi.
Pantauan ANTARA, shalat Id dipimpin Imam masjid Alfatah KH. RR. Hasanusi sebagai imam dan Ketua DPRD Maluku Said Muzakir Assagaf sebagai khatib.
Ummat yang mencapai ribuan orang terlihat khusuk mengikuti jalannya shalat kemenangan setelah berpuasa selama Ramadhan itu, tidak ada yang berdiri atau pindah dari tempatnya kendati cuaca Kota Ambon saat itu mendung dan hujan gerimis.
Sejumlah pejabat Pemerintah provinsi (Pemprov) Maluku dan kota Ambon duduk di saf pertama atau di barisan depan, di antaranya Wakil Gubernur Maluku, Said Assagaff, Pangdam XVI/Pattimura Mayjen TNI. Suharsono serta Wakil Wali Kota Ambon, Sam Latuconsina.
Jaga persatuan
Khatib Sholat Idul Fitri di Masjid Raya Tua Tunu Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung (Babel), Ustadz Rusbadi menyatakan umat Islam terus memperkuat persatuan dan kesatuan untuk memajukan daerah, bangsa dan negara.
"Saat ini, persatuan umat Islam mulai memudar karena sifat hasut, adu domba, dengki dan lebih mementingkan diri sendiri, keluarga, kelompok dan lainnya," ujarnya.
Selain itu, kata dia, persatuan antarumat Islam memudar karena semangat gotong royong dan upaya menjalin silahturahim mulai menurun, sehingga muncul permasalahan sosial seperti kesenjangan sosial, kemiskinan, pengangguran, kriminalitas dan pergaulan bebas.
"Moralitas generasi muda sudah mulai tidak mencerminkan moral Islami dan adat ketimuran karena pengaruh lingkungan dan penetrasi budaya barat melalui televisi, media massa dan jejaring internet yang mudah diakses generasi masyarakat," ujarnya.
Untuk itu, kata dia, diharapkan masyarakat menjadikan Hari Idul Fitri sebagai momentum introspeksi diri dan memulai hidup baru dengan memegang teguh ajaran agama, hukum, budaya Islami dan ketimuran untuk memperkuat persatuan antarumat.
"Idul Fitri merupakan memomentum menuju fitrah atau kesucian dengan saling bermaaf-maafan, bersilahturahim dan membayar zakat untuk membantu fakir miskin," ujarnya.
Ia mengatakan, saling bermaaf-maafan, kunjung mengunjungi tentu memperkuat persatuan umat sehingga bangsa sehingga bangsa lain atau ajaran sesat tidak mudah memecah belah persatuan dan kesatuan umat.
"Kami mengimbau masyarakat tidak terpengaruh dan terpancing dengan isu-isu yang yang menyesatkan yang tidak sesuai ajaran Islam, budaya dan peraturan pemerintah yang berlaku agar kerukunan umat beragama tetap terjaga untuk membangun bangsa dan negara," ujarnya.
Berlangsung Aman
Kepala Kepolisian RI, Jenderal Pol Timur Pradopo mengatakan bahwa pelaksanaan salat Idul Fitri (Id) di seluruh Indonesia. berjalan aman dan tertib.
"Situasi aman, tertib dan semua atas kebesaran Allah. Dan ini laporan dari seluruh Indonesia untuk salat Id berjalan dengan aman," kata Timur, seusai salat Id di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Rabu.
Kapolri mengharapkan situasi aman dan tentram terus berjalan sampai arus balik hingga pelaksanaan Operasi Ketupat selesai.
Kepada seluruh anggotanya serta masyarakat, Kapolri mengucapkan, "Selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin."
Seusai salat, Kapolri menggelar open house di Ruang Rapat Utama (Rupatama) di Mabes Polri.
Acara dihadiri para pejabat tinggi Polri diantaranya Wakapolri Komjen Pol Nanan Soekarna, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Gories Mere, Kabaharkam Komjen Pol Fajar Prihantoro dan pejabat tinggi lainnya.
Sementara itu, pada Rabu sore Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan melakukan halal bi halal di Istana Negara dengan masyarakat.

0 komentar:
Posting Komentar