Krisis AS & Eropa Belum Pengaruhi Ekspor Indonesia

INILAH.COM, Jakarta - Krisis keuangan di Amerika Serikat dan Eropa belakangan ini belum berdampak pada ekspor Indonesia Agustus 2011.

Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Djimanto kepada INILAH.COM melalui sambungan telepon di Jakarta, Senin (29/8). “Sampai sekarang belum ada pengaruhnya karena segmen barang-barang ekspor kita itu adalah segmen yang diperkirakan tidak terkena dampak krisis di sana. Jadi, kebutuhan-kebutuhan yang selalu dibutuhkan tiap hari atau tiap saat,” ujarnya.

Menurutnya, jika krisis di kedua wilayah tersebut terus berlanjut maka dampaknya baru terasa terhadap volume ekspor Indonesia. “Kalau krisis di dua tempat tersebut tidak cepat teratasi, kemungkinan tidak bisa mengubah pola konsumsi masyarakatnya. Kalau terjadi penurunan konsumsi di sana tentu juga ada dampaknya di sana,” tukasnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya penurunan ekspor, Djimanto menjelaskan perlu ada penguatan daya saing terhadap produk-produk ekspor Indonesia. “Kalau untuk ekspor, kita mesti menggalakkan daya saing untuk pasar-pasar di luar Eropa dan Amerika seperti pasar-pasar Afrika, Asia dan juga untuk Eropa Timur. Itu kita mesti meningkatkan daya saing barang-barang ekspor kita terutama di bidang harga,” tuturnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, berdasar data BPS, ekspor pada Juni 2011 mencapai US$18,41 miliar atau naik 49,35% jika dibandingkan pada bulan Juni 2010 atau naik 0,71% dibandingkan bulan Mei 2011. Dengan demikian, total ekspor pada semester I-2011 mencapai US$98,64 miliar atau naik 36,02% dibandingkan periode yang sama dibandingkan tahun lalu.

Ekspor terbesar berasal dari batu bara dan CPO yang masing-masing mencatat nilai perdagangan US$12,18 miliar dan US$10,36 miliar. Sementara untuk negara tujuan ekspor, Jepang masih menjadi negara tujuan dengan nilai ekspor mencapai US$8,97 miliar, disusul China US$8,95 miliar, dan Amerika Serikat sebesar US$7,95 miliar. [cms]

Sebanyak 97 Narapidana Aceh Besar Mendapat Remisi

REPUBLIKA.CO.ID, BANDA ACEH – Sebanyak 97 narapidana penghuni Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Kajhu Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh, mendapat remisi Hari Raya Idul Fitri 1432 H.
"Narapidana di LP Kelas IIA Kajhu mendapat remisi khusus antara 15 hari hingga dua bulan," kata Kepala LP Kajhu Kabupaten Aceh Besar, Ridwan Salam, Rabu (31/8).
Ia mengatakan remisi khusus tersebut diberikan kepada napi yang beragama Islam, telah menjalani hukuman, mematuhi semua ketentuan yang berlaku, dan selalu menunjukkan perilaku baik.
Menurut Ridwan, remisi umum diberikan kepada narapidana pada HUT Kemerdekaan RI sementara remisi khusus untuk napi pada lebaran 2011. "Para narapidana itu juga telah menjalani masa hukuman minimal enam bulan dan berkelakuan baik," katanya.
Lapas Kelas IIA Kajhu saat ini dihuni 400 tahanan dan narapidana, sebagian telah mendapat remisi umum pada HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2011. Para narapidana binaan LP Kajhu tersebut telah divonis hukuman antara tiga bulan hingga 18 tahun.
Pemerintah telah memberikan remisi khusus kepada 44.423 narapidana beragama Islam bertepatan dengan Idul Fitri 1432 H di seluruh Indonesia. Remisi khusus itu diberikan sesuai ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang (UU) Nomor 12/1999 tentang Remisi dan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32/1999 tentang Tata Cara dan Syarat Pelaksanaan Hak-hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

Arkeolog Arab Temukan Peradaban Kuno 9.000 Tahun yang Lalu

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH--Penemuan arkeologis terbaru di Dubai kemungkinan bakal merubah sejarah. Arkeolog Arab mengatakan, mereka menemukan situs baru di mana ada indikasi domestikasi hewan sekitar 9.000 tahun yang lalu.
Situs yang disebut Al Maqar itu, bila terbukti memiliki data domestikasi hewan kuda sembilan milenium itu akan mengubah sejarah dunia. Karena sebelumnya diketahui domestikasi hewat tertua ada di Turki atau Asia Tengah, 5.500 tahun yang lalu.
"Temuan ini akan menantang temuan situs tertua sebelumnya," kata Ali Al Ghabban, wakil presiden Museum dan Purbakala dari Komisi Wisata dan Purbakala Arab Saudi.
Ia lanjutkan, "Penemuan ini akan mengubah pengetahuan manusia soal hubungannya dengan hewan. Karena di situs ini terbukti manusia sudah memelihara hewan di era Neolitik muda," kata dia saat jumpa pers.
Ia tegaskan, selain kuda, ditemukan juga rangka manusia yang sudah termumifikasi, mata panah, serpih, alu, alat menjahit dan lain sebagainya. "Ini menunjukkan manusia 9.000 tahun lalu sudah mahir membuat kerajinan tangan," katanya.

Menteri Agama Menolak Minta Maaf soal Penetapan 1 Syawal

Laporan Wartawan Tribunnews.com, M Ismunadi
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Agama Suryadharma Ali menyatakan pemerintah bakal konsisten dengan keputusan penetapan Idul Fitri 1432 H yang jatuh pada Rabu (31/8/2011). Lewat pernyataan itu, Suryadharma menepis kabar bahwa pemerintah mengakui kesalahan soal itsbat dan menyarakan umat muslim berbuka puasa pada Selasa (30/8/2011) lalu.
"Tidak ada (kabar pemerintah mengakui kesalahan). Tetap pemerintah konsisten," ungkap Suryadharma usai bersilahturahmi dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, Rabu (31/8/2011).
Suryadharma menyebutkan kabar pemerintah mengakui kesalahan soal itsbat adalah fitnah. Ketika kabar itu beredar luas di masyarakat, Suryadharma mengaku dihubungi wartawan apakah pemerintah akan minta maaf.
"Lah, minta maaf salahnya di mana? Tidak ada yang salah," tegasnya. Selain itu, Suryadharma juga membantah pernyataan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsudin yang mengatakan suara Muhammadiyah tidak didengar dalam sidang itsbat yang digelar di kantor Kementerian Agama, Jalan Pejambon, Jakarta, pada Senin (29/8/2011) lalu. Menurutnya, hal tersebut hanya pendapat Din sendiri.
"Utusan resmi Muhammadiyah yang ikut sidang itsbat mengatakan bahwa muhammadiyah menghormati bagi yang berpandangan 1 Syawal jatuh pada 31 agustus, hari Rabu. Namun kami minta izin untuk melaksanakan idulfitri pada hari selasa," tutur Suryadharma.
Lebih lanjut, Suryadharma lagi-lagi menyangkal jika penetapan Idul Fitri 1432 H yang jatuh pada Rabu (31/8/2011) merupakan keputusan yang cenderung memihak ormas tertentu. Dalam sidang itsbat, kata Suryadharma, ada 12 perwakilan ormas yang memberikan komentar terhadap laporan-laporan yang melaksanakan ruqyat di banyak titik, lebih dr 90 titik.
"Itu kan dibacakan, termasuk keputusan resmi organisasi. Juga pandangan majelis ulama. 12 (perwakilan ormas) setujui hari rabu," imbuhnya.

Gawat! Tiap Tahun, Lubang Ozon Makin Banyak

 INILAH.COM, Jakarta – Badan PBB melaporkan adanya penipisan lapisan ozon Antartika Bumi tahun ini. Selain itu, penipisan keseluruhan untuk setahun cenderung rata.
Meski begitu, World Meteorological Organization (WMO) PBB mengatakan, masih terlalu dini membuat pernyataan semacam ini pada perkiraan penipisan laposan ozon yang berperan sebagai perisai pelindung kehidupan di Bumi dari radiasi ultraviolet berbahaya.
Lubang ozon Atlantik ini merupakan fenomena tahunan yang terjadi selama musim dingin atau musim gugur. Fenomena ini disebabkan suhu yang sangat rendah pda stratosfer dan keberadaan zat-zat yang mampu menipiskan ozon.
Sementara perkembangan internasional dalam pemangkasan produksi dan konsumsi bahan kimia penipis ozon terus dilakukan, butuh beberapa dekade untuk mengembalikan konsentrasi atmosfer seperti pada tingkat di 1980.
Pada pertengahan Agustus seperti ditulis UPI, area lubang ozon yang ada termasuk normal disbanding beberapa tahun terakhir, lebih besar dari 2008 dan 2010 namun lebih kecil dari 2009. [mor]

Suhu Udara dan Lapangan Ganggu Persiapan Timnas

INILAH.COM, Teheran - Persiapan timnas Indonesia di Teheran, Iran, mengalami kendala teknis dan nonteknis. Selain suhu udara, para pemain juga sempat mendapatkan lapangan yang buruk untuk latihan.
Timnas tiba di Iran tanggal 27 Agustus lalu, setelah sempat menjalani laga uji coba melawan timnas Yordania. Iran saat ini tengah memasuki musim dingin dengan suhu udara sekitar 15-16 derajat celcius.
“Saat siang suhunya berkisar 20 derajat celcius dan lebih rendah pada malam hari. Karena itu setiap berlatih, para pemain menggunakan sarung tangan, untuk berjaga-jaga jika suhu udara mencapai kurang dari 10 derajat celcius,” terang media officer timnas Indonesia, Dessy Christina.
Laga Grup E Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia antara Iran melawan Indonesia akan digelar hari Jumat (2/9/11) pukul delapan malam. Sehari sebelumnya, timnas akan menjalani latihan resmi pada jam yang sama.
Dijelaskan Dessy, Firman Utina dkk berlatih di Kompleks Olahraga Azadi di Teheran setiap pukul empat hingga enam sore waktu setempat. Sayangnya, pelatih Wim Rijsbergen harus melakukan protes keras lebih dulu untuk mendapatkan lapangan yang layak.
“Kemarin sempat ada insiden dimana kita mendapatkan lapangan yang buruk, tanpa garis lapangan dan banyak kerikil. Coach wim sangat marah dan meminta tempat latihan timnas mereka di sebelah, tapi ditolak dengan alasan tidak boleh dimasuki tim lain, sementara lapangan lain disewa,” lanjut Dessy.
“Sempat beradu argumen dengan manajemen dan pelatih timnas Iran, namun tetap tidak diberikan. Akhirnya rombongan timnas masuk ke lapangan yang digunakan tim Iran sebelum akhirnya mendapatkan lapangan yang lebih baik,” tandasnya.
 
Support : Adam Alfianto | Johny Template | M2Nalfianto bloG
Copyright © 2011. M2Nblogger Indonesia - All Rights Reserved
Template Modify by Adam
Proudly powered by Blogger